Lokasi Dan Sarana Asian Games 2018

Saat mengobrol Asian Games, tentu saja venue asian games 2018 bukanlah satu-satunya hal menarik yang seperti itu acap kali diperbincangkan olahraga asian games. Maskot dari Asian Games 2018 juga kapabel menyita perhatianTiga hewan berbeda sebagai maskot permainan sah mewakili keanekaragaman Indonesia dan kekayaan alam, serta tiga skor olahraga yang penting. Bhin Bhin yakni burung cendrawasih (Paradisaea Apoda) yang mewakili taktik. Atung merupakan rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang mewakili kecepatan. Kaka ialah badak bercula tunggal (Rhinoceros Sondaicus) yang mewakili energi. Tiap-tiap maskot mengenakan baju khusus yang terinspirasi oleh tekstil tradisional dari Papua, Jakarta dan Palembang.

Sekitar 10.000 atlet dari 45 negara sudah berlomba lintas cabang olahraga di Olimpiade. Selama persaingan, para atlet tinggal di Asian Athlete Village di Jakarta dan Palembang. Ada sepuluh menara di Kemayoran, Jakarta Sentra dan lima menara di Rumit Olahraga Jakabaring, Palembang. Kemayoran Asian Games Village dioptimalkan di atas tanah negara seluas 10,6 hektar, dengan 7426 unit apartemen.

Fasilitas baru untuk mensupport permainan ialah LRT, Velodrome Jakarta dan Sentra Berkuda bersertifikat. Sentra Berkuda Pulomas berdiri di tanah seluas 30 hektar, terbagi menjadi empat komponen utama: istal kuda, daerah tontonan, kancah berkuda, dan asrama mempelai pria. Sentra ini akan menjadi sentra berkuda yang pertama dan paling bermutu secara internasional di Indonesia, dan juga yang terbesar di Asia Tenggara.

Selama Asian Games 2018, tata tertib jalan ganjil yang lazimnya cuma berlaku di Jl. MH Thamrin, Jl Sudirman dan sebagian panjang Jl Gatot Subroto diperluas juga ke Jl. S. Parman, seluruh dari Jl. Gatot Subroto, Jl. DI Pandjaitan, Jl. Ahmad Yani dan Jl. Perintis Kemerdekaan. Di Jakarta Selatan, itu juga akan dipakai pada jalan Arteri Pondok Menawan, dari persimpangan Kartini ke persimpangan Kebayoran Baru. Ini juga akan memberi pengaruh Jl. HR Rasuna Said. Di Jakarta Sentra, peraturan akan memberi pengaruh Jl. Benyamin Sueb di Kemayoran.

Sebagai warga negara Indonesia, kita tentunya sudah berkontribusi dalam suksesnya Asian Games 2018 lalu walaupun tak secara lantas. Masing-masing dari kita juga tentunya memiliki atlet idola yang berbeda-beda. Sebagian dari idola kita memberikan pujian dengan kapabel memberikan medali yang kemudian membikin Indonesia sukses mendapatkan 77 medali.

Jikalau yang kita kenal, venue Asian Games seolah menjadi tenaga tarik tersendiri yang kemudia membikin orang-orang terus membicarakannnya malah dikala venue-venue hal yang demikian masih dipersiapkan. Bila Anda penyuka bowling, Anda tak akan melupakan pertanding yang sudah dilaksanan di satu-satunya venue baru yang dijadikan khusus untuk acara Asian Games. Apabila Anda tinggal di Palembang atau berencana untuk berkunjung ke kota hal yang demikian, daerah dimana venue bowling Asian Games berada, janan melewatkan peluang untuk meninkmati pengalaman bermain bowling di Jakabaring Bowling Center.

Keberhasilan Penyelenggaraan Asian Games di Tahun 2018

Padahal Asian Games sudah dilakukan pada tahun lalu, tapi sepertinya masih banyak dari kita yang masih mempunyai motivasi dan euforia penyelenggaraan perhelatan besar hal yang demikian kompasiana. Berdialog seputar Asian Games, tentunya ada demikian itu banyak hal yang masih lekat dalam memori kita. Ya, ideal sekali! Eksistensi venue asian games 2018 di dua kota besar merupakan Jakarta dan Palembang seperti menjadi sentra perhatian.

Penggemar olahraga di semua Asia dan pun di segala dunia sudah mengalihkan perhatian mereka ke Indonesia sebab negara ini menjadi tuan rumah lebih dari 1.500 atlet di acara olahraga terbesar dan paling bergengsi, Asian Games. Untuk pertama kalinya, Asian Games ke-18 sudah berlangsung di dua kota di Indonesia, Jakarta dan Palembang, dari 18 Agustus sampai 2 September tahun lalu. Ini yaitu kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah lomba. Ini menjadi tuan rumah terakhir pada tahun 1962. India menjadi tuan rumah Asian Games pertama pada tahun 1951, dicontoh oleh Filipina pada tahun 1954 dan Jepang pada tahun 1958.

Panitia Penyelenggaraan Asian Games 2018 Indonesia (INASGOC), panitia sah yang disusun oleh pemerintah Indonesia sesudah Indonesia dinobatkan sebagai tuan rumah, bertanggung jawab atas perencanaan, persiapan, dan pengorganisasian acara termasuk konsentrasi pada penyelesaian revitalisasi daerah. Tema, \”Tenaga Asia\” mencerminkan tenaga yang kuat dalam mempromosikan negara. Indonesia menyuarakan bahwa Asian Games ke-18 siap diadakan dan mengundang segala atlet dan penggemar Asia untuk membawa kekuatan mereka ke sini! Memang ternyata dengan motivasi para atlet dan seluruh pihak yang berpartisipasi dari hasil yang sudah diperoleh oleh bermacam negara peserta Asian Games, dimana mereka sudah memperlihatkan totalitasnya dalam tiap cabang olahraga yang mereka ikuti.

Segala 45 negara member yang berafiliasi dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA) sudah mengkonfirmasi partisipasi termasuk: Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Bahrain, Brunei Darussalam, Kamboja, Cina, Hong Kong, Indonesia, India, Atlit Olimpiade Independen (Kuwait), Iran, Irak, Yordania, Jepang, Kazakhstan, Kirgistan, Korea (Korea Selatan), Arab Saudi, Laos, Lebanon, Makau, Malaysia, Maladewa, Mongolia, Myanmar, Nepal, Oman, Pakistan, Filipina, Palestina, DPR Korea (Korea Utara), Qatar, Singapura, Sri Lanka, Suriah, Thailand, Tajikistan, Turkmenistan, Timor Leste, Cina Taipei, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam, dan Yaman.

Ada 462 acara dalam 40 kelompok olahraga yang sudah di perlombaan. Acara dan golongan kelompok hal yang demikian termasuk: Olahraga Air, Panahan, Atletik, Bulu Tangkis, Baseball & Softball, Bola Basket, Bowling, Tinju, Jembatan, Kano/Kayak, Bersepeda, Berkuda, Anggar, Sepak Bola, Golf, Senam, Bola Tangan, Hoki, Jet Ski, Judo, Kabaddi, Karate, Seni Bela Diri, Pentathlon Modern, Paralayang, Olahraga Rol, Mendayung, Rugby, Berlayar, Sepak Takraw, Menembak, Panjat Olahraga, Squash, Tenis Meja, Taekwondo, Tenis, Triathlon, Bola Voli, Angkat Besi, dan Gulat.